SMAN 2 Malang Mulai Pembelajaran Tatap Muka Tahap 1
Editor: Koko Triarko
MALANG – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Malang, hari ini mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka tahap satu. Tercatat dari 98 siswa yang ditargetkan, hanya 50 persen atau 49 orang siswa yang hadir mengikuti pembelajaran tatap muka secara langsung di sekolah itu.
Kepala Sekolah SMAN 2 Malang, Drs. Hariyanto M.Pd., mengatakan, masih belum tercapainya target siswa yang mengikuti pembelajaran secara luring di sekolah, disebabkan beberapa hal, salah satunya karena belum mendapatkan izin dari orang tua.
“Izin dari orangtua ini memang menjadi patokan dan syarat utama agar siswa bisa masuk sekolah, untuk mengikuti pembelajaran tatap muka. Kalau tidak ada izin, siswa tidak boleh masuk sekolah,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (24/8/2020).

Menurutnya, pihak sekolah memang tidak ingin memaksakan siswa untuk masuk sekolah, jika memang belun diizinkan orangtua. Sehingga bagi siswa yang belum dapat datang langsung ke sekolah, bisa tetap mengikuti pembelajaran secara daring dengan mengunduh video materi pelajaran melalui website e-learning sekolah.
“Jadi kami tetap melayani pembelajaran secara online, karena guru kami bertanggung jawab atas dua sistem pembelajaran, yaitu daring dan luring,” ucapnya.
Disampaikan Hariyanto, uji coba pembelajaran tatap muka secara legalitas sebenarnya dari provinsi Jawa Timur sudah dilaksanakan tanggal 18 Agustus 2020. SMAN 2 pada saat itu telah melaksanakan uji coba, tapi hanya satu kelas, yaitu Kelompok Belajar Cepat (KBC) yang jumlahnya hanya 20 siswa.
“Baru mulai hari ini kita lakukan pembelajaran tatap muka tahap satu, dengan menerapkan sistem nomor absen ganjil genap. Seperti hari ini yang masuk sekolah hanya kelas 12 IPA yang absennya ganjil. Besok ganti lagi siswa lain yang masuk,” terangnya.
Untuk proses pembelajarannya mulai jam 07.00 sampai 11.30 WIB, per jam pelajaran hanya 30 menit.
Lebih lanjut disampaikan Hariyanto, terkait protokol kesehatan di SMAN 2 Malang, sudah diterapkan sejak masuk gerbang sekolah dengan melakukan pemeriksaan suhu tubuh. Setiap siswa yang datang juga diwajibkan mencuci tangan dan tasnya disemprot disinfektan.
“Kemudian selama berada di dalam kelas maupun di luar kelas tetap menggunakan masker atau face shield, serta pengaturan jarak antarbangku,” sebutnya.
Disebutkan, pembelajaran tatap muka tahap satu ini berlangsung hingga akhir Agustus. Setelah itu menunggu hasil evaluasi dari provinsi.
“Kalau dari hasil evaluasi provinsi diputuskan untuk diteruskan, maka kita juga akan melakukan evaluasi internal. Jika dari evaluasi internal dari tahap 1 ini tidak ada masalah, nanti bisa dilajutkan ke tahap 2,” ucapnya.
Sementara Wakil Kepala Sekolah, Nurul Firdhaus S.Kom., M.Pd., menjelaskan, sebelum melakukan pembelajaran tatap muka tahap satu, pihak sekolah telah melakukan poling kepada orangtua. Hasilnya, 83 persen orang tua dan anak-ank setuju untuk mengikuti pembelajaran tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
“Kalau sekarang yang masuk siswa kelas 12 IPA, besok Selasa yang masuk kelas 12 IPS. Kemudian Rabu kelas 10 IPA, Kamis 10 IPS dan Bahasa, Jumat kelas 11 IPS dan Bahasa,” sebutnya.
Para guru juga harus tetap mengikuti protokol kesehatan selama berada di sekolah, misalnya tetap menggunakan masker atau face shield pada saat mengajar di kelas.
“Kemudian para guru yang biasanya ada di dalam satu ruangan, sekarang kita bagi ruangannya menjadi 7 ruangan dengan maksimal 8 orang guru setiap ruangan,” pungkasnya.