BEKASI – Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Fadli Zon, mengingatkan, bahwa pemilihan umum sudah kurang dari lima puluh hari ke depan. Dia meminta masyarakat tidak salah pilih, agar tidak menuju kepada kebangkrutan bangsa.
“Kita jangan sampai menuju kepada kebangkrutan, jika salah pilih. Untuk itu buatlah perubahan. Karena sekarang kita berada di persimpangan jalan untuk menuju kepada kebangkitan,” kata Fadli Zon, di Bekasi Minggu, (24/2/2019).
Dikatakan, ketidakadilan ekonomi saat ini cukup dirasakan. Ia mencontohkan, dengan empat orang terkaya di Indonesia, bisa mengalahkan harta jutaan rakyat Indonesia.
“Semua merasakan itu, jika ingun jujur,” tandasnya.
Dia mengklaim, bahwa elektabilitas Prabowo-Sandi saat ini kian menunjukkan kemenangan. Kian kuat dan bangkit, untuk itu optimisme menuju 2019 ganti presiden kain mengemuka.
Dalam kesempatan itu, Fadli Zon juga menanggapi adanya berita viral larangan azan, jika yang menang di Pilpres calon tertentu akan ada larangan suara azan. Menurutnya, perkara azan jangan sampai dipolitisir.
“Azan itu suda pasti, dan merupakan pelaksanaan keyakinan dari umat islam. Tidak boleh azan dikecil-kecilkan biasa saja pada lazimnya. Azan adalah panggilan, jadi harus ada notes,” ungkapnya.
Suara azan, ungkapnya, tidak boleh dilarang. Begitu pun lainnya yang menjalankan keyakinan dari agama apa pun yang ada di Indonesia harus dihormati.
“Yang jelas kalau persoalan keyakinan menjalankan keyakinan dari agama apa pun, harus dihormati, apalagi azan tidak boleh dipolitisirlah,” pungkasnya.