Kapolres Lamsel Imbau Masyarakat Tunda Bepergian Cegah Covid-19
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Kepala Kepolisian Resort Lampung Selatan (Kapolres Lamsel), AKBP Edi Purnomo, imbau masyarakat tunda bepergian.
Meski wilayah Lamsel tidak memberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) warga yang tidak memiliki kepentingan mendesak diimbau tetap berada di rumah. Langkah itu dilakukan mencegah penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).
AKBP Edi Purnomo memastikan personelnya tetap bersiaga di pintu masuk pelabuhan Bakauheni. Sebagai jalur lalu lintas masuk dan keluar pulau Sumatera Polres Lamsel bersama gugus tugas pencegahan Covid-19 terus melakukan pemantauan.

Langkah yang dilakukan dengan disinfeksi pada sejumlah kendaraan, barang dan penumpang naik dan turun kapal.
Sosialisasi kepada masyarakat yang akan bepergian tambah Kapolres diimbau mengenakan masker. Sebagai bentuk kepedulian korps bhayangkara itu membagikan sekitar 1000 masker di pelabuhan Bakauheni.
Masker kain yang dibagikan merupakan donasi dari Bhayangkari Polres Lamsel yang ikut peduli akan upaya pencegahan Covid-19.
“Kepada warga yang akan berangkat dari pulau Jawa ke Sumatera dan sebaliknya dipastikan dalam keadaan sehat, selalu memakai masker dan memahami bahwa Covid-19 adalah penyakit berbahaya dan semua pihak harus bisa menjaga diri,” terang AKBP Edi Purnomo saat dikonfirmasi di Pelabuhan Bakauheni, Rabu (15/4/2020).
Selain sosialisasi kepada warga yang akan menyeberang melalui pelabuhan Bakauheni, Polres Lamsel juga rutin melakukan disinfeksi. Disinfeksi dilakukan bagi kendaraan travel, bus, ojek yang digunakan oleh sejumlah pelaku usaha transportasi pada area terminal pelabuhan Bakauheni.
Perhatian bagi sejumlah pelaku usaha transportasi juga dilakukan dengan pemberian paket makanan bagi pengemudi.
Kepada masyarakat yang tidak bisa menghindari aktivitas di luar, mantan kapolres Mesuji itu meminta selalu memakai masker. Penggunaan masker yang wajib menurutnya menjadi bagian dari alat pelindung diri.
Sebab virus Covid-19 tidak terlihat dan bisa bergerak oleh pembawa (carrier) manusia yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
“Barang yang dibawa juga harus dipastikan steril sehingga ada personel yang bertugas melakukan disinfeksi di pelabuhan Bakauheni,” beber Edi Purnomo.
Protokol kesehatan dalam upaya pencegahan Covid-19 menurut Edi Purnomo wajib dilakukan dengan menjaga jarak, jaga kesehatan. Warga yang tetap harus bepergian dianjurkan tetap membawa pembersih tangan (hand sanitizer).
Sesampainya di rumah setelah bepergian dianjurkan agar segera mencuci pakaian dan barang yang dibawa mencegah terpapar virus.
Solikin, General Manager (GM) PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni menyebut mengapresiasi langkah Polres Lamsel.
Pembagian masker di area pelabuhan menurutnya bisa menjadi bagian upaya mencegah penyebaran Covid-19. Sebab di area pelabuhan Bakauheni yang jadi tempat perlintasan warga dari Jawa ke Sumatera dan sebaliknya perlu dilakukan pengawasan.

“Fasilitas bilik disinfektan, tempat cuci tangan telah kami sediakan sehingga penumpang bisa menjaga kebersihan dan kesehatan,” tuturnya.
Upaya menjaga jarak bagi calon penumpang kapal dilakukan sejak proses pembelian tiket. Jalur khusus sekaligus tanda agar menjaga jarak telah disediakan pada loket pembelian tiket.
Ia memastikan protokol kesehatan telah diberlakukan dengan penyediaan posko pencegahan Covid-19 bekerjasama dengan sejumlah unsur. Kerjasama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dilakukan dengan pemeriksaan suhu tubuh penumpang.