PKI Pernah Memberontak Ingin Ubah Pancasila

MAUMERE – Film G30S-PKI menceritakan kronologi pemberontakan yang dilakukan Partai Komunis Indonesia pada 30 September 1965, dan diputar kembali untuk mengingatkan semua pihak, bahwa PKI pernah melakukan pemberontakan kepada NKRI dengan maksud untuk mengubah ideologi Pancasila menjadi ideologi Komunis.

Demikian disampaikan Dandim 1603 Sikka Letkol Inf. Abdullah Jamali, S.IP., saat upacara Kesaktian Pancasila (1/10/2017). Menurutnya, di kabupaten Sikka Kodim 1603 telah menggelar nonton bersama film G30S-PKI mulai dari wilayah Koramil 1603-01/Alok sampai dengan wilayah Koramil 1603-05/Bola atau di semua kecamatan di Sikka.

“Jumlah masyarakat yang sudah menonton film ini sebanyak 11.981 orang. Kita memberi apresiasi dan bangga, karena masyarakat  Sikka beradaptasi dan ingin mengetahui apa yang pernah terjadi dalam sejarah,” ungkapnya.

Sejarah, tegas Dandim Abdullah, tidak dapat diubah. Tetapi bisa dipelajari dan dianalisa. Bila sejarah itu baik, maka bisa diulang di kemudian hari, tetapi kalau sejarah itu kelam atau buruk, maka tujuannya adalah agar tidak terjadi di masa-masa mendatang.

Bupati Sikka, Drs. Yoseph Ansar Rera, dalam sambutannya mengaku merasa antusias dan mengucapkan terima kasih kepada Kodim 1603/Sikka lewat kegiatan nonton bersama film G30S-PKI dan Kesbangpol kabupaten Sikka sudah memfasilitasi dari kelurahan-kelurahan  di mana di acara ini digelar di tempat yang lebih luas, yaitu di lapangan-lapangan.

“Pada intinya, kami selaku Pemerintah sangat mendukung, dengan catatan nilai-nilai Pancasila ini harus terus dipertahankan dan  dengan nonton bersama Film G30S-PKI supaya semua masyarakat baik pelajar maupun mahasiswa yang berada di kabupaten ini mau menyatakan, bahwa bahaya laten komunis sudah harus dihentikan dari sekarang,” tegasnya.

Dengan adanya kegiatan-kegiatan nonton bersama ini, tandas Ansar, ke depan yang menjadi pokok kita mulai dari pelosok sampai ke tingkat daerah supaya bahaya laten yang berkaitan dengan PKI sudah tidak menjadi masalah besar, tetapi sama-sama kita tuntaskan dengan nonton bersama ini.

“Kami dari pihak pemerintah mau mengatakan, bahwa nonton bersama ini sangat tepat diselenggarakan agar  sejarah pengkhianatan G30S-PKI ini tidak muncul lagi di tingkat generasi muda dan di masyarakat,” ungkapnya.

Hadir dalam kesempatan ini, Sekertaris Kesbangpol Drs. Ferry Edmundantes, Dandim 1603/Sikka Letkol Inf Abdullah Jamali, S.IP., Palaksa Lanal Maumere Letkol Laut (P) Wenseslaus Kapo, Kapolres Sikka AKBP Made Kusuma Wijaya, SIK,Kasdim 1603/Sikka Mayor Inf A A Gede Arnawa, Wakapolres Sikka Kompol M. Saleh.

Juga turut hadir para perwira staf dan Danramil jajaran Kodim 1603/Sikka, tokoh agama dan tokoh masyarakat, Kepala PMI Sikka, Frans Ola Peka, Kepala BMKG Sikka, Adi Lasmana, Penasehat MUI  Sikka, Ustad Abdulrasid Waha serta Ketua Persit KCK Cabang XIV Kodim 1603/Sikka, Ny. Pungky Purnamasari, Ketua Jalasenastri Lanal Maumere, Ny. Astuti.

Lihat juga...